Madrasah Kita

Berbagi Info Seputar Pendidikan

SELAMAT DATANG, PARA REKAN DAN SAHABAT KHUSUSNYA SELURUH WARGA MIFTAHUL ULUM KARANGWOTAN DAPAT MENGAMBIL MANFAAT DARI SEMUA YANG TERSEDIA DI WEB INI. TERIMA KASIH

Kekerasan Guru Dalam Pembelajaran

Kekerasan Guru Dalam Pembelajaran
Penulis : Madrasah Kita
Siswa merupakan input pendidikan. Bisa dibilang  bahan mentah  yang harus di oleh sedemikian rupa hingga menghasilkan generasi yang berkualitas berdasarkan tiga kompenen dasarnya yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Artinya proses pendidikan harus mampu menghasilkan ouput yang berkualitas dalam tiga jenis kemampuan tersebut. Dimana dalam prosesnya membutuhkan pematangan pembelajaran yang melibatkan seluruh komponen yang ada di lembaga pendidikan .

Siswa yang berkualitas merupakan tujuan utama dalam sebuah proses pembelajaran dan harus di capai dengan usaha keras dari seluruh kompenen yang terkait. Dari semua komponen tersebut yang paling penting adalah guru yang berkompetensi. Ya, ini adalah syarat awal untuk menciptakan alumnus - alumnus yang berkualitas dari sebuah lembaga pendidikan. Sementara yang lain seperti sarana dan prasarana, lingkungan dan lainnya adalah pelengkap dalam proses pembelajaran tersebut, dimana keseluruhan komponen tersebut harus menjadi satu kesatuan.

Namun dewasa ini impian untuk menciptakan generasi - generasi emas dan berkualitas negeri ini tercoreng dengan maraknya tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru dalam proses pembelajaran. Guru yang seharusnya menjadi pijakan terpenting dalam proses pembelajaran menjadi sosok yang menakutkan bagi para siswa. Kekerasan yang dilakukan oleh guru dengan cara menampar, memukul, menendang dan sejenisnya kepada para siswa adalah tindakan brutal yang tidak pantas dilakukan. Hal demikian melihat guru seharusnya menjadi seorang pembimbing dan pengayom bagi para siswanya, menjadi tempat mencari solusi bagi para siswa ketika menemukan kesulitan dalam proses pembelajaran, dan menjadi contoh yang baik bagi para siswanya.

Sudah bisa dipastikan bahwa tindak kekerasan yang dilakukan oleh guru menciptakan bekas luka yang mendalam bagi siswa yang bersangkutan, baik secara fisik maupun secara psikis. Ketakutan adalah dampak yang ditimbulkan akibat kekerasan tersebut, akibatnya proses pembelajaran menjadi kaku dan peserta didik kurang kreatif bahkan rasa ketakutan tersebut dapat memutus keinginan besar siswa untuk belajar. Jika sudah demikian maka cita - cita untuk menciptakan generasi yang berkualitas akan pupus disebabkan para siswa tidak mau besekolah akibat rasa takut tersebut.

Bisa jadi penyebab terjadinya kekerasan tersebut adalah guru kurang sabar dalam menghadapi siswa yang bandel, dan cenderung nakal. Dalam dunia anak, nakal, bandel dan sejenisnya adalah suatu kewajaran yang harus disikapi oleh setiap guru. Tentunya dengan mencari metode - metode yang tepat dan mendidik bagi para siswa. Memang metode sanksi bagi para siswa terkadang mampu memberikan efek jera namun tidak serta merta harus dilakukan dengan kekerasan. Sanksi yang diberikan harus bersifat mendidik, bukan yang menyebabkan cidera atau luka bagi para siswa.

Oleh karena itu guna menghasilkan generasi yang berbobot secara kualitas guru harus selalu kreatif, memikirkan cara - cara , trik - trik atau metode - metode yang paling tepat dalam proses pembelajaran. Guru harus menjadi sosok orang yang menyenangkan, menjadi fasilitator yang baik, serta menjadi pembimbing yang tepat bagi para siswa. Sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif.

Artikel di atas boleh di Copy dengan syarat harus menyertakan Link Blog Ini pada postingan yang bersangkutan. 



Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Kekerasan Guru Dalam Pembelajaran"
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top